Kamis, 24 Maret 2016

An Introduction to Amaryllis.........or the correct term is "Hippeastrum"

Amaryllis; An Introduction 
(When Actually It's Hippeastrum)

Ternyata bukan cuman kita aja yang suka salah kaprah men-generalisasi-kan sebuah nama/ brand untuk suatu jenis tertentu. Kayak "aqua" untuk semua jenis air mineral botolan, atau "honda" untuk semua jenis motor, atau "sanyo' untuk semua jenis pompa air. 

Amaryllis, dari yang saya baca, aslinya dari Afrika Selatan dan hanya punya 2 species, yang paling terkenal adalah Belladona.

I took the picture from wikipedia site :
Dan sebenernya bunga yang sering disebut "amaryllis' yang banyak beredar di pasaran, yang jenisnya ada banyak banget, termasuk jenis "hippeastrum" yang aslinya dari Amerika Selatan . Di eropa sono masih banyak yg pake kata amaryllis, tapi yang lainnya pakai kata hippeastrum.

Nanti akan saya coba perkenalkan satu persatu jenis hippeastrum yang saya tau. Total ada 91 jenis, tapi saya taunya hanya beberapa aja. Sebagian besar gak punya foto sendiri, jadi harus minta ijin satu-satu ke yang punya (dari forum diskusi hippeastrum internasional).

Jenis-jenis hippeastrum (yang saya tau) dibagi jadi 2 kelompok; Hybrid & species. Yang sangat populer di luaran sono yang jenis hybrid, tapi justru di sini jenis hybrid susah didapat. Selain harganya cukup mahal, ongkos kirimnya (karena impor dari luar negeri) juga mahal. Jatuhnya satu umbi amaryllis hybrid bisa sekitaran 275-500 ribuan. Sebagian jenis hybrid berbunga besar, baik itu single petal or double petals. Contohnya ini:
Named as "Rilona"
(Picture from seller maltaseed on ebay)
Named as "Monaco"
Pictures from fluwel website

Kalau amaryllis lokal yang banyak beredar di pasaran tanah air biasanya itu jenis lama yg dibawa belanda pas menjajah kita dulu.......Dan biasanya udah lost track, alias gak punya nama, atau sering disebut no-id (NOID) kayak ini:
(foto dokumentasi pribadi)
(foto dokumentasi pribadi)

Saat ini saya lagi proses pesen beberapa jenis amaryllis hybrid dari eropah sono. Gak tau kapan bisa nyampe. Ato lebih tepatnya 'apakah bisa sampai dengan selamat', secara custom kita agak-agak gimana gitu sama taneman impor.



Untuk jenis species, ada beberapa (jenis yang saya tau)

1. Hippeastrum striatum
Foto dokumentasi pribadi
Tahun lalu species ini booming banget di tanah air gara-gara berita tentang kebun amaryllis di gunung kidul yang dirusak alay yang pada selfie.

Jenis ini paling gampang beranak pinak, setahun bisa menghasilkan minimal 3 anakan. Setahun juga bisa berbunga 2 kali, biasanya pas lagi perubahan musim (dari musim hujan ke musim kemarau, atau sebaliknya). Jenis ini juga paling tahan banting & gak gampang mati meski kita lupa nyiram. Ibarat tinggal lempar umbinya di tanah, tahun depan tau-tau dah jadi banyak. Untuk jenis ini, perbanyakan hanya bisa dengan umbi. Umbnya kecil. Gak tau kenapa jenis ini gak bisa menghasilkan biji, padahal dia lengkap punya putik & polen.

2. Hippeastrum Reticulatum var. Striatifolium
Foto dokumentasi pribadi

Di kita terkenal dengan nama "amaryllis variegatta" karena daunnya yang punya corak khusus ada garis putih di tengah daunnya.

Jenis ini juga gampang berkembang biak, sama sepeti H. Striatum, jenis ini gampang berank pinak dah hanya melalui umbi. Jenis ini gak terlalu suka panas, so taruh di tempat yang agak teduh, yang hanya terkena direct sun selama beberapa jam aja. Dia juga suka lembab & daunnya gampang mati kalo kelamaan terkena panas. Ukuran umbinya kecil.

3. Hippeastrum Papilio

4. Hippeastrum Cybister

5. Hippeastrum Mandonii

(dilanjutin kapan2 ya, maap, hehehe)

Rabu, 23 Maret 2016

My First Post; My First Amaryllis

My First Introduction to Amaryllis


It's my first post on this blog. Maybe I'm going to tell you about how I found this flower.


Setelah 5 (lima) taun ngontrak di Jakarta, akhirnya me and my hubby bisa punya rumah super mungil di daerah Cilebut, Bogor. Di depan rumah ada taman yg luasnya gak seberapa. Mulailah aku isi dengan berbagai macem taneman. Kebanyakan beli online dari situs kayak tokopedia, lazada, kebunbibit. Pokoknya segala macam dibeli. Salah satunya umbi Amaryllis ini. Dulu beli online harga Rp.10.000, beli 2 umbi. Pas barangnya dateng, udah ada bakal bunga yang nongol.


Ini bunga Amaryllis pertama yang aku punya :




Jenis biasa,hardy red amaryllis, warnanya merah maroon, pas mekar diameternya sekitar 20cm. Inget mekarnya pas abis lebaran, sekitar bulan Juli 2015 kalo gak salah. Jenis yang umum banget, tapi waktu itu menurutku udah baguuuus banget.


Setelah baca-baca & cari info di internet. ternyata umur ini taneman bisa panjaaaaang banget, bisa puluhan taun dan gampang beranak pinak. Abis itu aku beli beberapa umbi lagi (beberapa maksudnya belasan). Saat itu yang ada baru warna merah. 




Karena lahan terbatas, aku tanem di pot biar gampang. Lagian katanya di pot lebih gampang kalo mau bongkar pasang (rencana mau gantian aku dormant biar berbunganya juga gantian). Setelah baca-baca, ada beberapa cara untuk dormant bunga amaryllis. Mungkin di postingan selanjutnya aku bahas lebih detail. 

Dari yang aku baca di berbagai sumber, yang aku suka dari menanam amaryllis di pot adalah ini bunga tidak terlalu butuh ruang yang luas. Dan taneman juga gak terlalu rewel minta disiram tiap hari. Cocok buat yang rada-rada males (kayak saya)



Mulailah deretan pohon bunga amaryllis berjajar di taman mungilku. Tanaman ini cuman berbunga setahun sekali & umur bunganya sekitar 1 - 2 minggu. Saranku sih, kalo pas lagi berbunga simpen didalam rumah atau tempat yang teduh biar bunganya lebih awet mekarnya. 



Bunga ini secara alami berbunga setahun sekali. Kalau di iklim kita yang tropis, mereka berbunga di awal musim hujan di bulan September sampai Desember. Kalau di negara yang punya 4 musim, mereka berbunga pas musim semi. Umbi yang siap berbunga biasanya paling cepet umur 18 bulan. 

Uniknya bunga amaryllis ini, mereka bisa "dipaksa" berbunga. Itulah kenapa diluar sono ni bunga (umbinya yang sudah di dormant) rame dijual pas musim dingin. 

Okeh, sekian postingan pertama di blog ini. Terima kasih sudah membaca.


Keep gardening,

Ayina


Note : Semua foto yang ada di postingan ini adalah hasil jepretan saya sendiri.